Featured Posts

Senin, 08 Juli 2013

Planet Kembaran Bumi Bisa Dihuni Manusia?

detail berita

TOKYO - Tim astronom mengamati atmosfer planet asing yang diberi kode nama "GJ 3470b" menggunakan dua teleskop. Studi menunjukkan bahwa planet yang dijuluki super-Earth ini tidak memiliki awan.

Dilansir Astrobio, Selasa (25/6/2013), tim peneliti yang dipimpin oleh Akihiko Fukui, Norio Narita beserta Kenji Kuroda dari University of Tokyo mengamati atmosfer super-Earth 'GJ 3470b' menggunakan dua teleskop di OAO (Okayama Astrophysical Observatory, NAOJ).

Planet kembaran Bumi ini merupakan exoplanet, yang memiliki massa 14 kali lipat lebih besar ketimbang Bumi. Planet ini juga merupakan planet yang paling ringan di antara exoplanet yang telah ditemukan.

Data pengamatan menunjukkan bahwa planet asing ini tidak ditutupi oleh awal tebal. Peneliti berharap temuan berikutnya pada komposisi spesifik terkait atmosfer planet akan terungkap data lebih rinci menggunakan teleskop luar angkasa seperti Subaru Telescope.

GJ3470b mengorbit pada bintang induknya di jarak yang relatif dekat. Peneliti belum mengetahui seperti apa proses formasi planet tersebut. Apabila temuan berikut mengungkap adanya es pada temperatur rendah di atmosfer, maka planet kembaran Bumi ini terbentuk di posisi terjauh dengan bintang utama.

Penelitian lanjutan untuk mengungkap detail atmosfer GJ3470b bisa membuka misteri di balik formasi super-Earths. Saat ini, tim peneliti telah mengamati planet asing tersebut menggunakan kamera Near-Infrared Imager/Spectrograph (ISLE) yang ditempatkan pada teleskop luar angkasa sepanjang 188 centimeter dan teleskop Multicolor Imaging Telescopes for Survey and Monstrous Explosions (MITSuME).

"Seandainya atmosfer planet tersebut terdiri dari hidrogen dan helium, massa atmosfer akan menjadi 5 sampai 20 persen dari total massa planet. Dibandingkan massa atmosfer Bumi yang memiliki 0.0001 persen dari total massa Bumi, GJ3470b memiliki atmosfer yang cukup tebal," jelas Akihiko Fukui.

Tim peneliti berencana untuk melakukan pengamatan akurasi yang lebih tinggi dengan menggunakan Teleskop Subaru atau teleskop besar lainnya. Tampaknya, planet kembaran Bumi ini belum bisa dikatakan sebagai planet yang layak huni. Peneliti berharap bisa mengungkap lebih rinci lagi terkait GJ3470b dengan didukung teleskop mutakhir.

0 komentar:

Poskan Komentar