Featured Posts

Minggu, 07 Juli 2013

NASA LUNCURKAN SATELIT PANTAU ATMOSFER MATAHARI

Washington - Satelit Interface region Imaging Spectograph (IRIS)  milik NASA baru - baru ini diluncurkan untuk mengorbit di luar angkasa. Satelit itu akan bertugas memantau atmosfer matahari. 

Dilansir dari nasagov, satelit buatan ilmuwan badan antariksa Amerika Serikat meluncurkan satelit. IRIS pada Kamis, pukul 7:27 p.m. PDT (10:27 p.m.EDT) dari Vandenberg Air Force Base, Calif. Satelit akan mempelajari atmosfer surya dan mengorbit dengan roket Orbital Sciences Corporation Pegasus XL.

Kami sangat gembira memuculkan IRIS untuk menambah ke kumpulan misi NASA untuk mempelajari atmosfer matahari ungkap JHON Grunsfeld dari sains organisasi NASA.

Ia mengatakan  IRIS akan  membantu ilmuan untuk mempelajari tentang matahari. IRIS merupakan NASA Explorer Mission yang diluncurkan untuk mengamati bagaiamana material surya bergerak, mengumpulkan energi dan memanas.

Roket Pegasus XL membawa IRIS dari sebuah pesawat luar angkasa pengangkut Orbital L-1011 melalui Samudera Pasifik di ketinggian 39 ribu kaki. Roket menempatkan IRIS ke dalam orbit polar (kutub) matahari yang memungkinkan kamera untuk menangkap atau mengobservasi matahari selama misi dua tahun.

Tim operator IRIS mengonfirmasi bahwa pesawat luar angkasa telah sukses mengorbit dan berhasil menempatkan  satelit pada jarak aman untuk selanjutnya dapat dioperasikan. "Selamat kepada seluruh tim pada keberhasilan pengembangan dan penyebaran misi IRIS," kata manajer proyek IRIS Gary Kushner dari Lockheed Martin Solar dan Atmosfer Laboratorium di Palo Alto, California.

IRIS diharapkan dapat memulai pengamatan sains setelah selesainya fase commissioning selama 60 hari. Selama fase ini, tim akan memeriksa kualitas gambar dan melakukan kalibrasi dan tes lain untuk memastikan satelit bisa beroperasi dengan baik

0 komentar:

Poskan Komentar