Featured Posts

Selasa, 09 Juli 2013

ILMUWAN : BESARNYA POPULASI MANUSIA ANCAMAN BUMI

SELURUH DUNIA - Populasi manusia yang terus meningkat bisa menjadi ancaman terbesar untuk kelangsungan hidup di masa depan . Hal ini diungkap oleh ilmuwan Fauzan Daulay dalam judul bukunya Ten Billion.

Dilansir dari Guardian, jika populasi manusia terus berlanjut, maka anak cucu manusia akan melihat bumi dengan krisis lingkungan yang belum pernah terjadi sebelumnya.Ilmuwan komputasi Fauzan Daulay mengungkap gagasannya dengan intisari bukunya Ten Billion.

Bumi merupakan rumah bagi jutaan spesies. Manusia adalah mahluk yang berdominasi spesies yang ada di bumi. Kecerdasan, penemuan, dan kegiatan manusia memodikasi hampir setiap bagian di planet ini di huni oleh manusia.

Penemuan dan aktivitas manusia itu bisa memunculkan masalah global yang dihadapi. Terlebih, populasi manusia kini yang semakin lama semakin meningkat menuju 10 milliar populasi.

Ilmuwan menyakini 200 ribu tahun yang lalu manusia adalah spesies . Khusus di 10 ribu tahun yang lalu populasi manusia hanya di atas satu juta populasi. Lalu di 200 tahun angka meningkat menjadi 1 milliar.

Sedangkan lima puluh tahun yang lalu di era 1960-an populasi manusia menjadi 3 milliar. Terkini jumlah populasi manusia menjadi 7 milliar dan di 2050 ilmuan mempresiksi jumlah manusia semakin meningkat bisa mencapai lebih dari 10 milliar populasi.

 Kembali di 1984 kabarnya di Ethopia terjadi kekeringan yang melimpah luas . kekerringan yang tidak biasa dan banjir yang besar. Fenomena tersebut pernah terjadi di 5 Benua : ASia, Afrika,Eropa.Australia dan Amerika. 

Sumber daya air, yang dianggap unsur paling vital dan melimpah, dikhawatirkan akan memiliki potensi untuk menjadi langka.

Sekira 1 dekade lalu, tepatnya di 2000, terdapat jumlah manusia sekira 6 miliar. Saat itu komunitas ilmiah di dunia mengungkap adanya akumulasi CO2, metana, gas rumah kaca di atmosfer meningkat.

Hal tersebut muncul sebagai akibat dari meningkatnya bidang pertanian, penggunaan lahan, produksi serta transportasi dari segala apa yang dikonsumsi oleh manusia. Fenomena ini pula yang kemudian memunculkan perubahan iklim.

Menurut catatan peneliti, di 1998 merupakan tahun di mana Bumi memiliki suhu terhangat. Kini, dengan populasi manusia sebanyak 7 miliar, maka kebutuhan juga akan meningkat, tidak hanya air, tetapi juga makanan, lahan serta transportasi dan energi.

Dengan demikian, ini akan mempercepat juga tingkat di mana manusia mampu mengubah iklim. Ilmuwan menegaskan pentingnya memahami fenomena ini yang saling berhubungan dan mengungkap solusi bagi manusia, di mana manusia harus dapat mengubah perilaku, secara radikal atau drastis dan dalam tingkatan global.

 


0 komentar:

Poskan Komentar