Featured Posts

Kamis, 27 Juni 2013

Ken Dean , Tinggalkan Kuliah Hingga Sukses Bangun KASKUS ( Situs Raksasa No 1 Jual Beli di Indonesia)

Santai - low profile dan bergaya casual ,  tapi fokus dalam bertutur itulah gaya Chief Executife Officer (CEO) Kaskus, ken Dean Lawadinata, ketika menyambangi redaksi Fauzandaulay.blogspot.com 

Pembawaanya yang santai membuat Ken sapaan yang di panggil akrab itu begitu nyaman ketika bekerja. Terlebih disuianya yang relatif muda ,27 tahun, membuatnya tidak canggung bergaul  melepas beban ketika berhadapan dengan siapan pun.

Saya males memakai baju rapi . Karena uda males , ya jadi kebawa terus ( sampai ke pekerjaan ) kata pria berambut cepak itu.

Itulah Ken dengan segala kesederhanaanya, namun siapa sangka hasil karyanya mampu membuat para kaskuser begitu terpikat dengan situs forum diskusi  jual beli besutannya.

Kaskus.com yang dirilisnya sejak 14 tahun silam , kini sudah menjadi raksasa forum di Indonesia. Untuk mencapai itu , Ken mengaku harus jatuh bangun untuk merajai situs komunitas maya ini. Butuh proses , kerja keras, dan keyakinan.

Niatnya sederhana waktu itu yang terpikirkan bagaimana membangun usaha yang didasari atas passion sesuatu yang belum tren di Indonesia . karena itulah ia perlahan menapaki bisnis itu.

Bahkan Kuliah yang sudah masuk semester VI di Seattle unversity harus Ken tinggalkan. Asa untuk meneruskan usaha keluarga pun sirna . Alhasil Ken pun harus menerima konsekuensi dan rela melepas kedudukan empuk untuk meneruskan usaha keluarga.

Balik lagi masalah passion , saya mencari tahu yang belum pernah di garap dan kaskus big potential yang belum digarap. Selain itu , saya harus mencari yang menarik ( kaskus ) . Itu tuturnya melanjutkan perbincangan.

Beriling berjalannya waktu kelurga pun perlahan menerimanya. ken pun semakin pede membangun kaskus hingga berjaya sampai saat ini.

KASKUS TERPURUK
Selama ini perjalanan kaskus hingga  dirintis bersama Andrew Darwis tahun 1999 ternyata tidak semulus yang dinyatakan Ken. Bahkan , Kaskus belum pernah mengalami kesulitan bahkan sempat ditipu. Dua minggu kaskus mati total, Seluruh data hilang tak berbekas.

Tak tahu mau ngapain ,tapi kami bersyukur bantuan para member , akhirnya kami bangkit lagi jelas Ken.

Selepas itu kaskus berkembang punya 360 ribu member pada Maret 2008, per Juli 2012 situs besutan Andrew Darwis , Ronald Stepanus, dan Budi Darmawan memperoleh 4,6 juta member . Terbaru kami mencatatkan 20 Juta unique user per bulan sebut pria yang hobi makan ini.

Nah sudah menjadi raksasa forum kasak kusuknya dengan banyak fitur yang berjejal , lantas mau di bawa kemana kaskus ke depan??

Kaskus 10 - 15 tahun ke depan , sya ngak bisa pastiin di forum FJB . tapi banyak orang berteriak forumkan sudah bread ang butternya kaskus karena sudah di kenal ke sana. Tapi klo sudah berbicara bisnis beda urusan.

Pandangan Ken Soal Starup

Bukan hanya bicara jago kaskus , pria yang menghabiskan masa kecilnya ini di daerah Pluit , Jakarta Utara itu juga menyinggung soal perkembangan industri Tanah Air, menurutnya banyak Star Up yang tidak menghasilkan.

Beriorentasi ke depan Ken mengakui bahwa menangani kaskus saat ini jauh berbeda  jika di bandingkan saat dirintis. Saat ini kejayaan telah di rengkuh dan ia harus bisa mempertahankan posisi dan memperluas cakupan dan tantangan pun kian besar.

0 komentar:

Poskan Komentar