Featured Posts

Rabu, 01 Mei 2013

Goma dofu (Tahu Wijen)

Goma dofu (Tahu Wijen)

Bahan-bahan (Untuk 4 Porsi)

Goma dofu (Tahu Wijen)
・25 gram pasta wijen putih
・25 gram tepung jagung
・1½ gelas air
・Sejumput garam

Bahan Pelengkap
・Seruas jahe
・Kecap asin
Goma dofu (Tahu Wijen) Goma dofu (Tahu Wijen) Goma dofu (Tahu Wijen)

Cara Memasak

  1. Campurkan tepung jagung, garam dan ½ gelas air. Didihkan segelas air sisanya dan sisihkan. Masukkan pasta wijen ke dalam panci lalu tambahkan campuran tepung jagung sesendok demi sesendok. Setiap kali memasukkan sesendok campuran tepung jagung, langsung aduk merata secara perlahan. Setelah sekitar 3 atau 4 sendok makan, kita bisa menambahkan campuran tepung dalam jumlah banyak. Kalau setengahnya sudah tercampur rata, tambahkan sisanya. Aduk rata. Lalu secara bertahap masukkan segelas air panas yang disisihkan tadi lalu aduk.
  2. Panaskan panci yang berisi adonan di atas api sedang, aduk adonan menggunakan sendok kayu. Setelah adonan mendidih, kecilkan api. Aduk terus adonan yang mengental agar kekentalannya merata. Kalau tidak rata, angkat dulu pancinya dari kompor lalu aduk sampai kental merata, baru kemudian disimpan lagi di atas api. Adonannya sudah siap kalau sendok kayu bisa memisahkan adonan di dasar panci sehingga kita bisa melihat dasar panci, seperti yang terlihat di gambar.
  3. Tuangkan adonan ke dalam cetakan yang lembab atau telah dilap menggunakan lap basah, lalu tutup dengan selembar plastik wrap yang lembab. Tata cetakan pada baki atau mangkuk berisi air. Hati-hati jangan sampai airnya mengenai adonan. Tekstur adonan seharusnya empuk. Adonan bisa didinginkan di dalam kulkas selama 1-2 jam.
  4. Angkat dari cetakan lalu potong kotak-kotak. Kupas dan parut jahe. Masing-masing kotak diberi hiasan sedikit parutan jahe dan siram dengan sedikit kecap asin.
Shojin ryori (Masakan umat Buddha)
Goma dofu adalah salah satu contoh Shojin ryori, masakan yang sejak dulu dimakan para biksu di kuil-kuil Buddha. Shojin ryori tidak menggunakan ikan atau daging sesuai dengan ajaran Buddha yang tidak makan sesuatu yang bernyawa. Masakannya terbuat dari biji-bijian, kacang-kacangan dan sayuran. Penggunaan bumbu pun secukupnya agar tidak mengaburkan rasa bahan-bahan aslinya, dan semua bagian dari bahan-bahannya dimanfaatkan agar tidak mubazir.

Masakan vegetarian ini mungkin bagi sebagian orang terasa kurang sesuatu. Tapi sebagian lainnya menganggap masakan ini sangat lezat sehingga mereka sengaja mengunjungi kuil-kuil untuk mencicipi masakan umat Buddha ini. Sejumlah restoran juga ada yang khusus menyediakan shojin ryori. Restoran-restoran itu menargetkan kaum wanita yang tertarik pada masakan bergizi tinggi dan rendah kalori.

Shojin ryori sama sekali tidak menggunakan daging atau ikan, tapi masakannya bisa menciptakan tekstur dan rasa yang menyerupai daging atau ikan. Masakan itu disebut modoki ryori atau masakan ‘tiruan’ atau ‘imitasi’. Versi tiruan belut panggang bisa dibuat. Belut tiruan dibuat dari parutan umbi teratai dan ubi, dengan rumput laut nori untuk meniru kulitnya. Belut tiruan kemudian diolesi dan dipanggang dengan saus manis dan asin sama seperti memanggang belut sungguhan. Masakan tiruan ini membantu memuaskan para biksu yang mengidamkan daging dan ikan yang tidak boleh mereka makan

0 komentar:

Poskan Komentar