Featured Posts

Rabu, 01 Mei 2013

Chirashi-zushi

Chirashi-zushi

Bahan-bahan (Untuk 4 Porsi)

  • 300 gram beras
  • 400 ml air
  • 4 jamur shiitake kering (jika ada)
  • 1/2 wortel (70 gram)
  • 4 batang buncis
  • 8 ekor udang
  • 1 butir telur
Cuka sushi
  • 3 sendok makan (45 ml) cuka beras atau cuka dari gandum (grain vinegar)
  • 2 sendok makan (18 gram) gula
  • 1 sendok teh (5 gram) garam
Saus
  • 1 sendok makan (9 gram) gula
  • 1 sendok makan (15 ml) kecap asin
  • Garam
  • Minyak goreng
Chirashi-zushi Chirashi-zushi Chirashi-zushi

Cara Memasak

  1. Masak beras setelah sebelumnya dicuci dan direndam dalam 400 ml air selama 30 menit.
    *petunjuk memasaknya ada di halaman tentang Ayam Teriyaki*
  2. Rendam jamur shiitake dalam air hangat-hangat kuku untuk melembutkannya. Potong bagian batang lalu potong jamur menjadi irisan-irisan kecil. Kupas wortel dan potong menjadi irisan-irisan. Masukkan jamur dan 300 ml air ke dalam panci dan panaskan selama 10 menit. Tambahkan wortel dan panaskan selama 5 menit lagi. Masukkan semua bahan untuk saus dan kembali panaskan sampai cairan yang tersisa hanya tinggal 2 sendok makan.
  3. Campurkan semua bahan cuka sushi. Pindahkan nasi yang sudah matang ke sebuah mangkuk besar, masukkan cuka tadi dan segera aduk sampai tercampur. Tambahkan semua bahan, termasuk saus yang dimasak di tahap 2 tadi dan campurkan.
  4. Rebus buncis dalam air yang diberi garam lalu potong menjadi irisan-irisan. Rebus udang dalam air yang diberi garam setelah bagian punggung udah dibuang. Tambahkan sedikit garam ke dalam telur dan kocok hingga merata. Ulas penggorengan dengan sedikit minyak goreng dan dadar telur yang sudah dikocok tadi dengan bentuk tipis. Potong dadar telur menjadi irisan-irisan dengan panjang sekitar 4 cm.
  5. Sajikan nasi yang sudah dimasak di tahap 3 tadi, lalu susun bahan yang telah dimasak di tahap 4 di atas nasi tersebut.
Masakan Tradisional untuk Perayaan Tahun Baru
Saat Tahun Baru, masyarakat di Jepang menikmati makanan tradisional khas yang disebut "Osechi-ryori". Masakan ini biasanya disajikan dalam kotak yang bertumpuk-tumpuk. Bentuknya tidak hanya indah dipandang mata, tapi juga melambangkan harapan untuk tahun yang baru. Misalnya, telur ikan haring melambangkan kesuburan.
Masakan tradisional tahun baru di Jepang sangat berbeda di masing-masing daerah. Ini karena ada bahan-bahan yang hanya di temui di daerah tertentu saja, mengingat Jepang dikelilingi laut dan berbukit-bukit.

0 komentar:

Poskan Komentar