Featured Posts

Sabtu, 20 April 2013

Belajar Saham : Fenomena Mie Instan!

mie-istant
Belajar saham seringkali dianggap kontroversial dan rumit. Banyak orang berprasangka bahwa perdagangan di pasar modal hampir sama dengan tempat judi. Sebagian dari mereka hanya menerka apakah harga suatu saham akan naik atau turun. Umumnya mereka berharap mendapat hasil instant tanpa harus belajar tentang saham itu sendiri dan dengan pengetahuan yang instan pula. Alangkah baiknya jika Anda menginvestasikan uang Anda terlebih dahulu untuk belajar saham dan memahami strategi perdagangan saham dengan lebih baik. Salah satu cara paling gampang adalah dengan memiliki paket pembelajaran investor sibuk yang sudah disusun sedemikian rupa agar seorang pemula pun dapat belajar mengenai saham dengan lebih baik serta terstruktur.
Salah satu kemampuan penting bagi investor maupun trader adalah kemampuan membaca pergerakan historis harga saham. Dengan mengetahui historisnya, diharapkan Anda bisa mengikuti pergerakan harga di masa mendatang.
Sesungguhnya, pergerakan harga saham dipengaruhi oleh teori ekonomi yang paling fundamental, yakni hukum supply and demand. Harga suatu saham akan mengalami kenaikan jika semakin banyak pihak ingin membeli suatu saham, sedangkan harga saham akan turun jika banyak pihak yang ingin menjualnya.
Jika Anda belajar saham lebih lanjut lagi, sebenarnya banyak sekali informasi yang bertebaran sehingga orang seringkali mengalami ‘information overload’, apalagi di era informasi seperti ini. Informasi-informasi yang tersedia di antaranya laporan keuangan, rumor, saran teman, saudara, broker, dan mungkin yang lainnya. Dalam paket pembelajaran investor sibuk, Anda akan menemukan informasi yang sudah disusun secara runtut dan step by step sehingga Anda pun tidak kebingungan untuk melangkah.
Banyak orang berpendapat bahwa dalam berinvestasi saham yang paling penting adalah belajar dari kebiasaan atau kegagalan. Banyak orang menganggap bahwa ‘universitas tempat belajar saham’ adalah universitas dengan biaya yang amat mahal’. Di mana? Jawabannya adalah ‘kerugian’ Anda saat sudah mulai masuk pasar. Namun, benarkah demikian ?
Bursa saham ini seperti medan perang. Survey mengatakan bahwa dari 100% orang yang bertransaksi di pasar modal, 85% mengalami kegagalan dan hanya 15% saja yang bertahan. Menyeramkan ? Itulah kenyataan yang terjadi. Di dalam medan perang, tentunya ada senjata. Senjata perang di pasar modal adalah analisa fundamental, analisa teknikal, risk management, serta psychology. Kalau Anda tidak memiliki senjata ini, sudah dipastikan Anda akan masuk ke dalam 85% orang yang gagal.
Mengapa ? Jawabannya gampang saja : Karena orang-orang lain di luar sana punya senjata ini dan Anda tidak.
Nah, di dalam paket pembelajaran investor sibuk, Anda akan dijelaskan senjata-senjata apa yang penting untuk berinvestasi di pasar modal dan bagaimana memaksimalkan penggunaannya.
Dan… ingat juga nasehat Benyamin Franklin, salah satu tokoh penting dunia bahwa “Investment in knowledge Always Pays The Best Interest”. Investasikan uang Anda ke dalam pengetahuan, dan Anda akan menuai hasil yang terbaik!” Percayalah!
Happy Investing!

0 komentar:

Poskan Komentar