Featured Posts

Sabtu, 20 April 2013

Belajar Investasi Saham, Emas, Reksadana

Investasi adalah penanaman modal yang berupa uang atau aset berharga yang tidak berwujud di suatu perusahaan atau badan usaha swasta dan atau proyek dengan tujuan memperoleh keuntungan. Umumnya investasi mengandung pengertian sebagai daya pembelian suatu aset yang diharapakan pada saat yang akan datang dapat dijual kembali dengan nilai atau jumlah yang lebih tinggi dari sebelumnya.
Investasi kini dirasakan sangat diperlukan, memang pada dasarnya investasi dinilai begitu penting sebagai tabungan masa mendatang, kebutuhan hidup yang makin lama semakin terus meningkat dari berbagai faktor ekonomi dan kebutuhan kehidupan yang semakin meningkat tajam. Dengan berbagai alasan yang umumnya dilihat dari kebutuhan hidup, seperti pangan, sandang dan papan, biaya pendidikan, biaya pengobatan, rekreasi/hiburan, sarana transportasi dsb yang menjadi alasan mengapa orang ingin berinvestasi. Banyak cara seseorang untuk berinvestasi untuk masa yang akan datang seperti membuka deposito, membeli sebidang tanah atau bangunan, obligasi, membeli emas, saham dll.

Investsi dibagi dalam 2 bentuk, yakni :
a. Investasi Rill, yakni menginvestasikan sejumlah dana tertentu dengan aset berwujud, seperti tanah, emas, bangunan dll.
b. Investasi Finansials, yakni mengivestasikan sejumlah dana tertentu dalam bentuk finansial. seperti deposito, saham, obligasi dll.
Dalam hal ini surat berharga yang diperdagangkan atau yang sering disebut dengan efek adalah saham. Dalam suatu perundangan-undangan No. 8 tahun 1995 mengenai pasar modal, pegertian dari bursa efek adalah pihak yang menyelenggarakan penawaran jual dan beli efek oleh pihak-pihak lain dengan tujuan memperdagangkan diantaranya. Perdagangan saham di Indonesia dilakukan di Bursa Efek Indonesia.
Oleh seorang pakar International Investasi Robert Kiyosaki dalam bukunya berjudul “CASHFLOW Quadrant” mengatakan ada 4 kuadran yang mungkin dapat menjadi sumber penghasilan.
Oleh karenannya ada beberapa hal yang harus anda lakukan sebelum berinvestasi :
1. Pastikan terlebih dahulu apakah anda memiliki hutang yang belum terbayar, bayarlah dahulu hutang anda agar hutang tidak terus bertambah dan berlipat ganda akibat efek akumulasi hutang anda yang semakin memberatkan pengeluaran anda.
2. Pastikan anda menggunakan jasa asuransi. Asuransi sangat penting untuk memberikan perlindungan bagi diri anda dan keluarga dari hal-hal atau peristiwa yang tidak terduga sebelumnya yang dapat mengganggu rencana dan anggaran belanja rumah tangga seperti asuransi kesehatan, pendidikan, asuransi jiwa.
3. Selalu menyiapkan atau sudah mempersiapkan diri untuk keperluan mendadak atau keperluan yang tidak terduga.
4. Dahulukan anggaran keuangan anda untuk keluarga, pengeluaran rutin setiap bulannya dll
Semakin matang dan baik dalam mengelola keuangan dan anggaran belanja rutin setiap bulannya, maka anda memiliki kesempatan untuk berinvestasi. Semakin besar dana yang anda masukkan untuk berinvestasi semakin baik dengan target sekitar 10 % dari pendapatan. Besar atau kecil presentase yang anda dapatkan tidak jadi persoalan, yang terpenting anda rajin dan secara rutin berinvestasi.
Hal yang terpenting ketika berinvestasi adalah jangan jadikan kegiatan berinvestasi menghalangi, mengurangi atau mengganggu rutinitas/kegiatan, keuangan dan hiburan anda, jadikan investasi menjadi suatu hal yang menyenangkan!!


=====================================

>>> Bagaimana Uang Hasil KERJA KERAS Anda Mempunyai NILAI DAN DAYA BELI YANG SAMA 10 Bahkan 20 Tahun Yang Akan Datang? Bagaimana Membeli EMAS Dengan MODAL HANYA 1/3 Dari Harga EMAS?, KLIK DISINI!
=====================================

0 komentar:

Poskan Komentar