Featured Posts

Rabu, 27 Maret 2013

Mario Teguh Golden Ways : Sibuk is Good

Mario Teguh Golden Ways episode kali ini bertema Sibuk is Good yang merupakan bincang-bincang antara Pak Mario Teguh dengan beberapa warga di Pelabuhan Poetere dan Pasar Terong, Makasar, Sulawesi Selatan.
Kita meminta rejeki yang baik kepada Tuhan.
Jika kita meminta rejeki yang banyak, cenderung kita tidak besyukur;
karena merasa yang kita punya kurang.
sibuk is good
Tapi kalau kita meminta rejeki yang baik, mudah untuk bersyukur.
Jadi kalau berdoa mulai dari baik dulu, janganlah memulai berdoa dari mengeluh.
Paling sering kita bedoa karena sedih, ketika gembira kita lupa pada Tuhan.
Tuhan lebih suka pada orang yang datang bedoa.
Jika kita bedoa hanya ketika sedang bersedih, maka Tuhan akan membuatnya sedih;
karena kalau tidak sedih, dia tidak berdoa.
Apabila kita berdoa ketika berbahagia, maka orang yang berbahagia itu akan besyukur.
Tuhan berkata… Kalau kamu besyukur Aku akan tambah nikmat-Ku kepadamu.
“Jadilah kesibukan sebuah kenikmatan karena dalam kesibukan banyak banyak terdapat rejeki.”
Tuhan itu Maha Kaya…
Maha Pandai menyembunyikan Anda dari diri Anda sendiri.
Tuhan sudah menentukan rejeki melalui caranya.
Jika malas maka rejeki untuk orang malas.
Jika rajin maka rejekinya untuk orang rajin.
Sebaik-baik manusia adalah yang baik untuk sesama.
Jika manfaatnya luas bagi sesama, maka rejekinya pun besar.
Perbaikan rejeki tidak bisa dicapai tanpa perbaikan orangnya.
Perbaiki rejeki dengan mensyukuri yang sudah ada,
Jangan mengeluh, jangan merasa kurang..
Rejeki pertama adalah ingin menjadi orang baik,
Ingin menjadi orang baik itu sudah rejeki.
Oleh karena itu mulailah menjadi orang baik.
“Rejeki pertama itu menjadi orang baik”
Tuhan sudah memberikan modal untuk hidup,
Tapi tekadang kita lupa…
Banyak sekali nikmat Tuhan yang belum disyukuri.
Syukurilah mulai dari yang kecil.
Keajaiban berpihak pada orang yang berani,
Ribuan orang jatuh miskin karena takut kelihatan miskin.
Sehingga mereka memaksakan diri..
Mau tidak mau kita harus memilih untuk fokus pada kehidupan pibadi kita yang baik.
Dianjurkan untuk memperkecil kehidupan,
untuk merasa damai dan berbahagia dalam kehidupan diri sendiri,
dengan diri sendiri di dalam kedekatan dengan Tuhan.
Memuliakan pernikahan, membahagiakan anak-anak,
kemudian memperluas pengaruh kebaikan untuk sesama.
Namun selalu ada tujuan baik dalam kesungguhan,
untuk ikhlas hidup sepenuhnya di dalam kebaikan.
“Perluaslah kebaikan kita kepada sesama dan mulailah dengan kesungguhan.”
Jika rejeki kita sama baiknya, dimanapun akan mendapatkannya.
Besyukur bisa menjadi masem dengan bentuk kebanggaan pribadi.
Rasa syukur akan rusak oleh kesombongan.
Sibuk itu baik,
Yang sibuk saja belum tentu kaya, apalagi yang malas…
“Jangan pernah lupa untuk besyukur meskipun rejeki sekecil apapun.”
Selama kita menunggu rejeki, kita harus sibuk..
Kita semua sedang mencari rejeki,
Tapi kelihatannya rejeki yang lebih baik adalah yang bergembira
Tidak sedikit orang yang gundah hatinya tentang rejeki.
Sebaiknya kita memulai kebaikan apabila kita menginginkan kebaikan.
Mempersempit urusan tatanan dunia yang bisa menjatuhkan keimanan.
Kita menyempitkan kita menjadi diri sendiri.

Kesimpulan :
Sibuk is good
Sibuk itu baik.
Maka marilah kita menyibukkan diri tentang hal-hal yang lebih baik…
dari pada hal-hal yang sedih, yang menyedihkan
Atau yang kita anggap disedihkan kita oleh orang lain…
karena perilaku mereka yang tidak kita sukai,
Ambillah tanggung jawab pribadi…
jangan menggunakan kemarahan dan kesedihan
untuk menguangi waktu kita dalam kehidupan ini,
untuk menyalahkan, menghujat, mencemooh
atau tidak mengambil tanggung jawab pribadi..
karena, kita menuduh orang lain yang besalah.
Hidup ini salah atau benar adalah tanggung jawab kita.

0 komentar:

Poskan Komentar